Hana Kimura, Pegulat Jepang Bunuh Diri Akibat Intimidasi Online

Hana Kimura, Pegulat Jepang Bunuh Diri Akibat Intimidasi Online

Laporan mengatakan pria yang tidak disebutkan namanya itu memposting pesan pada akun media umum Hana Kimura ihwal “kepribadiannya yang mengerikan”, dan bertanya “kapan engkau akan mangkat ?”

Kimura, 22, sebagai target ratusan tweet kasar asal penggemar dan kritikus setiap hari. Reality show, Terrace House, dibatalkan sesudah kematiannya di bulan Mei.

Terrace House, diproduksi bersama oleh FujiTV Jepang serta didistribusikan oleh Netflix, populer di kalangan pemirsa global sebelum pembatalannya.

Hana Kimura, Pegulat Jepang Bunuh Diri Akibat Intimidasi Online

Reality show tanpa naskah mengikuti enam orang belia yang tinggal bersama pada satu rumah di Jepang tetapi umumnya menjalani kehidupan sehari-hari mereka.

Itu pada beberapa tahun terakhir mendapatkan banyak pengikut karena hubungan otentiknya antara anggota pemeran serta kurangnya drama.

Kimura adalah salah satu asal enam anggota di ekspresi dominan sbobet terbaru acara tadi, Tokyo 2019-2020.

Laporan mengatakan pelecehan media sosial terhadapnya memburuk sesudah episode tertentu – hanya diputar di Jepang – yg membuatnya terlibat pertengkaran dengan teman sekamar.

Sebelum kematiannya, beliau dilaporkan memposting gambar melukai diri sendiri pada Twitter bersama dengan pesan yang membagikan bahwa dia tertekan.

Pada bulan Juli, bunda Hana, pensiunan pegulat pro Kyoko Kimura, meminta bukti tweet rekaan terhadap putrinya.

Tampaknya para penyelidik telah membuat kemajuan semenjak Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo mengajukan tuntutan pada 17 Desember terhadap seorang laki-laki berusia 20-an asal Kota Minoh, Prefektur Osaka.

Yg diduga memposting lebih dari 5 pesan yang sangat berbahaya ke akun Twitter Hana yang termasuk pada antara 140 masalah cyberbullying. disimpan ke smartphone Hana. Polisi terus menyelidiki kurang lebih 300 pesan kebencian yang beliau terima dari 200 akun terpisah.

Kematiannya memicu perdebatan sengit ihwal intimidasi anonim serta tingkat proteksi kebebasan berbicara di Jepang.

Penentang perubahan beropini undang-undang itu akan berdampak di kebebasan berbicara serta menggagalkan kritik terhadap mereka yang berkuasa. Pendukung mengatakan undang-undang yang lebih keras diharapkan buat menindak cyberbullying dan pelecehan online.

Tuduhan buat mengganti aturan dipimpin oleh bunda Kimura, Kyoko, yg pula seorang pegulat profesional populer. Perdebatan parlemen wacana undang-undang tadi telah berlangsung semenjak Januari.

Kimura dilaporkan ditemukan dalam serangan jantung atau pernapasan di daerah tidur pada kondominiumnya sekitar pukul tiga.30 pagi hari Sabtu.

Beliau dibawa ke tempat tinggal sakit dan dipastikan tewas di sana. Staf ambulans datang di rumahnya hanya buat menemukan pintu terkunci menggunakan catatan tertulis yg berkata “Gas beracun terbentuk” di pintu.

Polisi menemukan bahan kimia pada samping daerah tidurnya serta berspekulasi bahwa beliau mungkin telah mencampur bahan lain untuk menghasilkan gas beracun.

Asal lain telah mengkonfirmasi bahwa agen yang dipergunakan dalam bunuh diri adalah hidrogen sulfida.

Hal terakhir yang ditemukan polisi artinya catatan bunuh diri yang ditujukan kepada ibunya, bertuliskan, “Maaf. Terima kasih telah melahirkanku.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.