sindrom fomo

Sindrom Yang Disebabkan Oleh Sosial Media, FOMO

FoMO merupakan akronim dari Fear of Missing Out, sesuai dengan namanya FoMO sindrom ini adalah penyakit atau sindrom kecemasan sosial ketika seseorang merasa takut akan ditinggalkan. Pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Andrew K. Przybylski yang merupakan seorang ilmuwan asal inggris dan tercantum di Oxford English Dictionary dari tahun 2013 lalu.

sindrom fomo

Pengertian FOMO

Bila diartikan, FOMO atau Fear of Missing Out ialah sebuah rasa kuatir dan takut yang muncul di pada diri seorang karena ketinggal suatu hal yang baru, seperti informasi, trend, nicholasprojects.org, dan hal yang lain (yang sudah dilakukan seseorang dan tidak dapat dia kerjakan).

Salah satunya pemicu sindrom ini ada yakni pemakaian sosial media yang terlalu berlebih. Kenapa dapat demikian?

Tanpamu ketahui, sebagian besar sosial media (dengan gampangnya) tampilkan juta-an kegiatan rutin kehidupan manusia di dunia. Otomatis, kamu nikmati hal tersebut dan pelan-pelan kekhawatiran itu juga ada di dalam alam bawah sadar kamu.

Beragam pertanyaan seperti, “Saya ingin seperti mereka” atau “Wah, hidup mereka membahagiakan sekali, saya harus seperti mereka” mulai penuhi pemikiran.

Lalu, bila dorongan itu tidak didasari dengan nalar dan usaha yang logis, karena itu bisa jadi kamu lakukan segalanya yang dapat jadikan kamu ‘seperti mereka’. Berhati-hati, itu dapat mencelakai dirimu sendiri!

Dampak Buruk FOMO untuk Penderitanya

Walau terlihat sepele, sindrom ini cukup mempunyai imbas yang berarti ke kehidupan seorang, lho! Sayang, imbas yang diberi itu cuman lah imbas negatif bukan positif.

  • Merusak Kesehatan

Bila didiamkan, masalah FOMO (Fear of Missing Out) rupanya mempunyai efek yang lumayan serius. Langsung atau tidak, FOMO bisa memengaruhi kesehatan fisik dan psikis seorang. Ini sudah pasti akan membuat orang itu susah untuk tidur pada malam hari.

Mengakibatkan, banyak penyakit yang ada, dari gaya hidup yang kurang sehat itu. Pasien bukan hanya akan alami masalah secara psikis saja. Tetapi masalah secara fisik atau menderita banyak penyakit beresiko.

Rasa kuatir yang ada karena FOMO, bisa juga mempengaruhi mekanisme kardiovaskular atau membuat seorang rawan terserang penyakit serangan jantung.

Setiap berasa kuatir, badan akan mulai keluarkan hormon depresi seperti, adrenalin dan kortisol. Terlampau jumlahnya kandungan hormon kortisol pada tubuh akan menyebabkan berkurangnya mekanisme imun. Hingga, pasien akan rawan terserang penyakit yang lain.

  • Merusak Jalinan Sosial

Salah satu hal yang jelas dari sindrom ini ialah rusaknya jalinan sosial seorang. Baik di dunia riil atau di sosial media. Ini muncul karena orang itu telah terlampau terobsesi dengan kehidupan seseorang.

Secara refleks, mereka akan lakukan semua langkah. Supaya orang yang dirasakan lebih berbahagia dari dianya, kalah.

Ini sudah pasti akan membuat seseorang tidak nyaman. Hingga, beberapa orang juga langsung akan menarik diri

Selainnya ke-2 hal di atas, FOMO berpengaruh jelek sampai ke tingkatkan merasa tidak berbahagia dan kekecewaan dalam kehidupan. Mengakibatkan, ini bisa tingkatkan kemauan untuk selalu memakai sosial media. Disamping itu, FoMO bisa mengakibatkan keterkaitan yang semakin besar dalam sikap kurang sehat. Riset dalam jurnal Computers and Human Behavior mendapati, FoMO disambungkan dengan masalah berkendara yang dalam beberapa kasus bisa mematikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *